Struktur Beton Bertulang

Beton bertulang merupakan gabungan dua jenis bahan, yaitu beton polos yang memiliki kekuatan tekan yang tinggi, akan tetapi kekuatan tarik yang rendah, dengan tulangan-tulangan baja yang ditanam di dalam beton untuk memberikan kekuatan tarik yang diperlukan.

Beton dan baja dapat bekerja sama atas dasar beberapa alasan :

  1. Lekatan (bond) yang mencegah slip dari baja relatif terhadap beton.

  2. Campuran beton yang memadai, memberikan sifat anti resap untuk mencegah karat baja.
  3. Angka kecepatan muai yang hampir sama antara beton dan batangan baja.

Beton

Beton polos didapat dengan mencampurkan semen, agregat halus, agregat kasar, air, dan kadang-kadang campuran lain (admixture). Kekuatan beton tergantung dari banyak faktor, yaitu : proporsi dari campuran serta kondisi temperatur dan kelembaban dari tempat di mana beton tersebut dicor dan mengeras.

Semen

Semen adalah suatu jenis bahan yang memiliki sifat adhesif dan kohesif yang memungkinkan melekatnya fragmen-fragmen mineral menjadi suatu massa yang padat. Semen yang biasa dipakai untuk beton bertulang adalah semen portland (portland cement). Beton yang dibuat dengan sement portland, umumnya membutuhkan waktu sekitar 14 hari untuk mencapai kekuatan yang cukup agar acuan (bekesting) dapat dibongkar, dan beban-beban mati serta beban konstruksi dapat dipikul. Kekuatan rencananya dicapai dalam waktu sekitar 28 hari.

Agregat

Agregat biasanya menempati sekitar 70-75% dari isi total beton, maka sifat-sifat agregat ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap perilaku beton yang sudah mengeras. Agregat halus (pasir) adalah material yang lolos ayakan No.4. Sedangkan material yang lebih besar dari ukuran ini disebut agregat kasar (kerikil), tetapi ukurannya tidak boleh melebihi :

  • 1/5 jarak terkecil antara sisi-sisi cetakan, atau
  • 1/3 ketebalan pelat lantai, atau
  • 3/4 jarak bersih minimum antara tulangan-tulangan.

Air

Air diperlukan pada pembuatan beton agar terjadi reaksi kimiawi dengan semen untuk mengikat agregat dan untuk melumasi campuran agar mudah pengerjaannya (workability). Air yang digunakan untuk membuat beton harus bersih, tidak boleh mengandung minyak, asam, alkali, garam-garam, zat organik, dan bahan-bahan lain yang bersifat merusak beton dan baja tulangan. Sebaiknya dipakai air tawar bersih yang dapat diminum.

Campuran

Campuran (admixture) dapat ditambahkan pada campuran beton sebelum mengeras. Campuran tersebut dipakai untuk merobah sifat dari beton, agar dapat berfungsi lebih baik dan lebih ekonomis.

Jenis bahan tambahan yang paling utama dipakai, antara lain :

  • Bahan tambahan pemercepat (accelerating admixtures)
  • Bahan tambahan untuk air-entraining (air-entraining admixtures)
  • Bahan tambahan pengurangan air dan pengontrol pengeringan
  • Bahan tambahan penghalus gradasi (finely divided mineral admixtures)
  • Bahan tambahan untuk mengurangi/menghapus slump
  • Polimer
  • Superplastisizer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s